E-Bisnis
merupakan kegiatan bisnis yang dijalankan (misalnya transaksi bisnis) secara
elektronik melalui suatu jaringan (biasanya internet) dan komputer atau
kegiatan jual – beli barang atau jasa (atau mentransfer uang) melalui jalur
komunikasi digital
1. Perencanaan E-Business
Membangun Sebuah Sistem Informasi E-Bisnis
Terdapat beberapa metode didalam
membangun sebuah Sistem Informasi e-Bisnis seperti Metode daur hidup (life
cycle), prototype, dan metode spiral. Dari ketiga macam metode tersebut, metode
daur hidup cocok untuk pembangunan sistem e-business, karena memiliki beberapa
karakteristik yaitu proses dilakukan selangkah demi selangkah yang disertai
dengan proses doumentasi yang rapi.
Metode daur hdup terdiri dari
beberapa tahapan proses, yaitu tahap perencanaan, analisis, perancangan,
penerapan, evaluasi, penggunaan, dan pemeliharaan. Pada setiap tahapan
dilakukan proses pendokumentasian atas segala yang telah dilakukan atau
disepakati.
a. Tahap Perencanaan
Pada tahap perencanaan ini diawali
dengan pembuatan dan penyampaian proposal Teknologi Informasi yang memuat
hal-hal pokok yang menjadi prioritas-prioritas e-bisnis. Diikuti dengan
tahapan pemaparan kasus e-bisnis untuk perkembangan bissnis atau Investasi
Teknologi Informasi (TI). Tahap akhirnya adalah penyampaian rencana aplikasi
e-bisnis dalam bentuk pengembangannya dan penyebarannya.
b. Tahap Analisis
Dalam tahap analisis ini, pengembang
sistem harus memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan aspek-aspek penting
yang sangat berpengaruh didalam membangun Sistem informasi e-bisnis ini
seperti :
1. Kelayakan teknis
2. Pengembailan ekonomis
3. Pengembalian non ekonomis
4. Hukum dan etika
5. Operasional
6. Jadwal
c. Tahap Perancangan
Dalam merancangan sebuah Sistem
Informasi e-Business harus memperhatikan kebutuhan perusahaan
e-business, kebutuhan operator, kebutuhan pemakai
dan Kebutuhan teknis .
d. Tahap Penerapan
Tahap ini merupakan kegiatan untuk
mengimplementasikan rancangan yang telah disusun sebelumnya agar dapat
diwujudnyatakan Implementasi untuk prosedur di dalam teknologi komputer
akan menggunakan bahasa komputer
Sementara itu, untuk proses yang
terdapat di luar sistem komputer, disusunlah sebuah konvensi atau perjanjian
atau tata tertib, agar setiap orang yang terlibat dapat mengikuti alur yang
telah ditetapkan
Untuk merealisasikan sistem pada
tahap pemaparan ini, ditempuh beberapa metode, antara lain, penggunaan paket
aplikasi, pengembangan oleh staf sendiri (insourcing), dan pengembangnan yang
dilakukan dengan kerjasama dari pihak luar seperti konsultan atau software
house (outsourcing)
e. Tahap Evaluasi
Pada tahap ini, dilakukan uji coba
sistem yang telah selesai disusun. Proses uji coba diperlukan untuk memastikan
bahwa sistem tersebut sudah benar. Karakteristik yang ditetapkan, dan tidak ada
kesalahan-kesalahan yang terkandung didalamnya.
Disamping memperhatikan metode yang
akan digunakan dalam membangun sebuah sistem Informasi e-Bisnis, kita juga
harus memperhatikan tahapan-tahapan yang sangat berpengaruh terhadap kualitas
dari Sistem Informasi e-Bisnis yang dibangun nantinya, seperti tahapan
mendayagunakan komputer personal, jaringan komputer dan internet seoptimal
mungkin, membangun halaman web untuk jalinan komunikasi antara Perusahaan
dengan konsumen secara efektif dan fleksibel, membangun Sistem Informasi
e-Bisnis yang efektif serta Mengembangkan Sistem Informasi yang bersifat inter
platform.
2. Pengembangan E-Business
Peranan
teknologi informasi pada aktifitas manusia pada saat ini memang begitu besar.
Teknologi informasi telah menjadi fasilitator utama bagi kegiatan-kegiatan
bisnis, memberikan andil besar terhadap perubahan-perubahan yang mendasar pada
struktur,operasi dan manajemen organisasi. Berkat teknologi ini berbagai
kemudahan dapat dirasakan oleh manusia. Pengambilan uang melalui ATM, transaksi
melalui internet yang dikenal dengan E-Commerce atau perdagangan elektronik,
transfer uang melalui E-Banking yang dapat dilakukan dirumah merupakan sejumlah
contoh hasil penerapan teknologi informasi.
Secara garis
besar dapat dikatakan bahwa :
a. Teknologi informasi menggatikan
peran manusia. Dalam hal ini, teknologi informasi melakukan otomasi terhadap
suatu tugas atau proses.
b. Teknologi memperkuat peran manusia,
yakni dengan menyajikan suatu tugas atau proses.
c. Teknologi informasi berperan dalam
restrukturisasi terhadap peran manusia.
Dalam hal ini teknologi berperan dalam melakukan perubahan-perubahan terhadap sekumpulan tugas atau proses. Banyak perusahaan yang berani melakukan investasi yang sangat tinggi dibidang teknologi informasi. Alasan yang paling umum adalah adanya kebutuhan untuk mempertahankan dan meningkatkan posisi kompetitif, mengurangi biaya, meningkatkan fleksibilitas dan tanggapan.
Program
pengembangan sistem informasi manajemen yang akan dilakukan dalam upaya untuk lebih
mengefisiensikan biaya dan waktu yang dikeluarkan berupa pelayanan prima untuk
pemilihan menu khusus secara online baik untuk paket perorangan maupun paket
grup untuk rombongan, dengan sarana membangun situs online untuk mempermudah
pelangggan dalam melakukan pemesanan tempat dan menu untuk waktu tertentu. Hal
tersebut dilakukan dengan pertimbangan kapasitas tempat yang selalu full
sehingga menimbulkan kekhawatiran manajemen tidak tersedianya alokasi tempat bagi
pelanggan perorangan maupun tamu-tamu grup, program ini dilakukan untuk
mempermudah manajemen perusahaan dalam melakukan control terhadap system
pelayanan, stok barang dan transaksi keuangan. Pengembangan system informasi
manajemenini juga membantu untuk tidak hanya mencatat penjualan, namun juga
dapat mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk dianalisa, ataupun
memperluas saluran penjualan, semisal via telephone, web-internet dan lain
sebagainya.
Referensi
Oetomo, BSD.
2001 Perspektif e-Business Tinjauan Teknis, Manajerial dan strategi. Penerbit
Andi. Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar